Jumat, 09 Agustus 2013

Strategi dan Metode Pendidikan Kesehatan

A. Pendahuluan
     Pendidikan kesehatan membutuhkan strategi dan metode yang tepat, agar pelaksanaannya sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan. Tidak ada satu pun metode pendidikan kesehatan yang dipandangn paling baik, karena baik tidaknya metode pendidikan kesehatan tergantung kepada tujuan pendidikan kesehatan, materi yang diajarkan, jumlah klien, fasilitas penunjang, kesanggupan individual dan lain-lain. Oleh karena itu, pendidikan kesehtan dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan sederhana maupun yang kompleks.
     Implikasi dari paparan diatas adalah bahwa peranan pendidik atau penyuluh bukan hanya mentransmisikan atau mendistribusikan pengetahuan kepada klien, akan tetapi juga sebagai pengelola pendidikan kesehatan. Pendidik bukanlah orang yang serba unggul secara kognitif, afektif dan psikomotorik, ia adalah orang yang harus pandai membawa klien kea lam kesadaran sehingga klien memahami pentingnya pendidikan kesehatan. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi dan metode khusus untuk mencapai tujuan pendidikan kesehatan.

B. Pengertian Strategi dan Metode
     Strategi pendidikan kesehtan adalah cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan  materi dalam lingkungan pendidikan kesehatan yang meliputi sifat, ruang lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada klien. Strategi pendidikan kesehatan tidak hanya terbatas pada prosedur kegiatan, melainkan juga termasuk di dalamnya materi atau paket pendidikan kesehatannya.
  Strategi pendidikan kesehatan terdiri dari komponen-komponen materi pendidikan kesehatan dan prosedur yang akan digunakan untuk membantu klien mencapai tujuan pendidikan kesehatan. Strategi pendidikan kesehatan juga merupakan pemilihan jenis latihan tertentu yang disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai. Setiap tingkah laku yang harus dipelajari perlu dipraktekkan. Karena setiap materi dan tujuan pendidikan kesehatan berbeda satu  sama lain.
    Strategi diperlukan untuk menentukan langkah-langkah kegiatan pendidkan kesehatan yang efektif dan efisien. Strategi pendidikan kesehatann ialah suatu rencana untuk pencapaian tujuan. Strategi pendidikan kesehatan terdiri dari metode dan teknik (prosedur) yang akan menjamin klien betul-betul akan mencapai tujuan, straegi lebih luas daripada metode atau teknik pendidikan kesehatan.
     Metode adalah cara yang didalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan. Hal ini berlaku baik bagi pendidik (metode pendidikan kesehatan) maupun bagi klien (metode belajar). Semakin baik metode yang dipakai, semakin efektif ppencapaian tujuan.

C. Klasifikasi Strategi
      Banyak srategi yang dapat dipilih pentuluh atau pendidik. Dalam melaksanakan proses pendidikan kesehatan. Oleh karena itu, berdasarkan bentuk dan pendekatannya, strategi pendidikan kesehatan diklasifikasikan menjadi:
1. Expository
      Makna ekspository berarti memberikan informasi yang berupa teori, hukum atau dalil yang disertai bukti-bukti yang mendukung. Pada konteks ini klien hanya menerima saha informas ang diberikan pleh pendidik. Bahan pendidikan kesehatan telah diolah sedemikian rupa sehingga siap untuk disampaikan kepada klien.
      Contoh metode ekspository adalah ceramah. Pendidik hanya akan menyampaikan pesan berturut-turut sampai pada pemecahan masalah. Metode ini merupakan metode klasiik yang sebaiknya mulai ditinggalkan. Apabila pendidik ingin banyak melibatkan klien secara aktif, maka harus menjadi pendidik yang kreatif, sehingga walaupun yang dipilih metode ekspository, pelaksanaan pendidikan kesehatan tetap optimal dan menyenangkan bagi klien.
2. Discovery
   Discovery (penemuan) sering pada saat penggunaannya tertukar dengan inquiry (penyelidikan). Penemuan adalah proses mental dimana klien mengasimilasikan suatu konsep atau suatu prinsip. Proses mental misalnya: mengamati, menganalisa, memvalidasi data, mengelompokkan data, menetapkan diagnose dan sebagainya. Misalnya tentang konsep sehat. Setiap masyarakat diharapkan memaknai konsep sehat dan berdaya dalam memenuhi hak akan kesehatannya. Melalui pengamatan diharapkan klien mengidentifikasi konsep sehat dan menerapkannya didalam kehidupan sehari-hari.
3. Inquiry
       Inquiry memiliki makna yang lebih luas dari discovery. Artinya, penyelidikan mengandung proses mental yang lebih tinggi tingkatannya. Pada saat seorang penyuluh akan melaksanakan pendidikan kesehatan, sebaiknya tujuan pendidikan kesehatan sudah dirumuskan seara jelas. Sehingga klien dapat melaksanakan pendidikan kesehatan secara optimal. Setelah itu baru menentukan strategi manakah yang paling efektif dan efisien untuk membantu setiap klien dalam pencapaian tujuan yang telah dirumuskan.
     Strategi pendidikan kesehatan yang dipilih sebaiknya sesuai dengan kondisi semua klien karena setiap klien memiliki kemampuan yang berbeda. Sementara pendidikan kesehatan bertujuan untuk membantu klien mencapai tujuan secara efektif dan produktif. Beberapa kriteria yang dapat menjadi pedoman dalam memilih strategi pendidikan kesehatan yaitu efektif, efisien dan dapat meningkatkan ketertiban klien.
    Seorang penyuluh biasanya tidak murni menggunakan strategi ekspository, inquiry, maupun discovery, tetapi dapat menggabungkan antara ketiganya. Penyuluh yang kreatif dapat melihat tujuan yang akan dicapai dan mengkaji kemampuan yang dimiliki klien. Kemudian baru memilih strategi yang efektif dan efisien untuk mencapainya.
       Pendidikan kesehatan sebagai suatu proses merupaka suatu sistem yang tiak terlepas dari komponen-komponen lain yang saling berinteraksi didalamnya. Salah satu komponen dalam proses tersebut adalah sumber belajar. Sumber belajar itu tidak lain adalah daya yang bisa dimanfaatkan guna kepentingan pendidikan kesehatan, baik secara langsung maupun tidak langsung baik itu sebagian atau seluruhnya.

D. Klasifikasi Metode
    Berikut ini adalah beberapa metode yang sering dan memungkinan untuk digunakan  dalam pendidikan kesehatan, diantaranya:
a)   Ceramah
Ceramah diartikan sebagai proses penyampaian informasi dengan jalan menuturkan sekelompok materi secara lisan dan pada saat yang sama maeri itu diterima oleh sekelompok seubjek. Matode ini paling sering dipakai, terutama untuk menyampaikan materi yang bersifat teoritis ataupun sebagai pengantar kearah praktik, meskipun dianggap tradisional, metode ini tetap popular. Sukses tidaknya metode ceramah sangat ditentukan oleh kemampuan guru menguasai suasana kelas, cara berbicara dan sistematika pembicaraan, jumlah materi yang disajikan, kemampuan member ilustrasi, jumlah subjek yang mendengarkan dan lain-lain. Ceramah biasanya disertai dengan tanya jawab.
Keunggulan metode ceramah adalah:
01)   Dapat digunakan pada orang dewasa
02)   Penggunaan waktu yang efisien
03)   Dapat dipakai pada kelompok yang besar
04)   Tidak terlalu banyak menggunakn alat bantu
05)   Dapat dipakai sebagai pengantar pada suatu kegiatan
Kekurangan metode ceramah adalah :
01)   Menghambat respon dari yang belajar atau peserta sehingga penyuluh sulit menilai reaksinya
02) Tidak semua penyuluh dapat menjadi pembicara yang baik, oleh karena itu pembicara harus menguasai materi
03)   Dapat menjadi kurang menarik, kurang cocok untuk peserta anak-anak
04)   Membatasi daya ingat karena cenderung hanya menggunaakan satu indera

b)   Diskusi Kelompok
Diskusi kelompok diartikan sebagai suatu proses penyampaian materi, dimana guru bersama subjek didik mengadakan dialog bersama untuk memudahkan dalam penguasaan materi, melatih untuk membentuk kelompok dengan memodifikasi sikap kepemimpinan, menghargai oran g lain, komunikasi dan adopsi dari perilaku, serta berorientasi ada pemecahan maslah. Dalam diskusi, guru berperan sebagai pengatur lalu lintas informasi, pemberi jalan dan penampung informasi.
Metode ini digunakan apabila sasaran pendidikan kesehatan, diharapkan:
01)   Dapat saling mengemukakan pendapat.
02)   Dapat mengenal dan menganalisa masalah  kesehatan yang dihadapi.
03)   Mengharapkan suasana yang lebih informal.
04)   Diperoleh pendapat dari orang-orang yang cenderung tidak suka berbicara.
05)   Masalah kesehatan yang dihadapi lebih menraik untuk dibahas.
Keunggulan metode diskusi kelompok adalah :
01)   Memberi kemungkinan untuk saling mengemukakan pendapat.
02)   Merupakan pendekatan yang demokratis, mendorong rasa kesatuan.
03)   Dapat memperluas pandangan atau wawasan.
04)   Mambantu mengembangkan kepemimpinan.
Kekurangan metode diskusi kelompok adalah :
01)   Tidak efektif dipakai pada kelompok yang lebih besar.
02)   Keterbatasan informasi yang didapat oleh peserta.
03)   Membutuhkan pemimpin diskusi yang terampil.
04)   Kemungkinan didominasi orang yang suka berbicara.
05)   Biasanya ada sebagian besar orang menghendaki pendekatan formal.
c)    Permainan Peran
Permainan peran adalah pemeranan sebuah situasi dalam kehidupan manusia dengan tanpa diadakan latihan, dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk dipakai sebagai bahan analisis oleh kelompok dengan tujuan memecahkan masalah. Metode permainan peran digunakan apabila peserta mempunyai kemampuan untuk melakukan metode tersebut dengan harapan membantu peserta memahami suatu masalah sehingga akan dapat mengubah sikapnya kelak.
Keunggulan metode permainan peran adalah :
01)   Segera mendapat perhatian.
02)   Dapat dipakai pada kelompok besar dan kecil.
03)   Membantu anggota untuk menganalisa kembali.
04)   Menambah rasa percaya diri peserta.
05)   Membantu anggota menganalisa masalah.
06)   Membantuk anggota mendapatkan pengalaman yang ada pada pikiran orang lain.
07)   Membangkitkan semangat untuk pemecahan masalah.
Kekurangan metode permainan peran :
01)   Kemungkinan masalah terkait dengan peran setiap orang.
02)   Banyak yang tidak senang memerankan sesuatu.
03)   Membutuhkan pemimpinan yang terlatih.
04)   Terbatas pada beberapa situasi saja.
05)   Ada kesulitan dalam memerankannya.

d)   Demonstrasi
Merupakan metode pendidikan kesehatan dengan cara memperagakan suatu prosedur dengan menggunakan alat. Metode ini dilaksanakan dirumah sakit maupun dilapangan. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan ini diantaranya :
01)   Tujuan demonstrasi harus dirumuskan dengan jelas.
02)   Demonstrasi harus terlihat dengan jelass oleh setiap klien.
03)   Jumlah klien dalam demonstrasi tidak terlalu besar.
04)   Sebelum mendemonstrasikan, penyuluh harus menjelaskan dan mengorientasikan klien pada peragaan yang akan dilihatnnya.
05)   Klien harus diberi kesempatan untuk menangani peralatan atau bahan yang akan digunakan pada saat demonstrasi.
06) Penyuluh harus konsisten dengan hal-hal yang diucapkan dan yang didemonstrasikan.
07)   Sangat diperlukan alat penunjang demonstrasikan seperti gambar, slide, atau film.
08)   Demonstrasi harus dilakukan dengan tahapan yang sistematis.

e)   Pendidikan Kesehatan di Masyarakat
Bentuk pendidikan kesehatan di masyarakat dilaksanakan melalui pembinaan dalam mengatasi masalah kesehatan sebagai bentuk implementasi asuhan keperawatan. Fokus program pendidikan kesehatan ini adalah masyarakat sebagai sistem sosial dan subsistemnya faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan. Metode pendidikan kesehatan ini, menekankan pada peningkatan kesehatan, pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit.
Metode pendidikan kesehatan dimasyarakat yang sering dipakai adalah sebagai berikut:
01)   Konseling « kontak antara klien dengan petugas sangat dekat. Setiap masalah yang dihadapi klien dapat diteliti dan dibantu penyelesaiannya dengan memanfaatkan kemampuan yang dimiliki klien. Diharapkan klien dapat menerima perilaku dan mengubah perilakunya menjadi lebih baik.
02)   Wawancara « merupakan bagian dari cara konseling. Wawancara antara petugas kesehatan dengan klien untuk menggali informasi yang belum diketahui klien dan mengapa ia tidak atau belum menerima perubahan. Apabila belum terdapat “perubahan” makan pendidikan kesehatan ini akan dilakukan lebih mendalam lagi.
03)   Pendidikan massa « bertujuan untuk mengkomunikasikan pesan-pesan kesehatan yang ditujukan kepada masyarakat yang luas (bersifat umum). Pendekatan ini biasanya menggugah kesadaran masyarakat terhadap suatu inovasi dalam ranah pengetahuan, belum diharapkan untuk sampai pada perubahan perilaku.


1 komentar:

  1. Wynn Palace and Encore at Wynn - JTG Hub
    Guests can also enjoy complimentary access 남원 출장마사지 to Encore Spa, 순천 출장안마 a 24-hour salon, and fitness center. Other facilities include a 인천광역 출장안마 Wynn Golf 부산광역 출장샵 Course, 대전광역 출장마사지 spa tubs, and

    BalasHapus